Lagi Rame, Ini Fakta Tentang Laptop Merah Putih

Artikel Berita

Proyek “Laptop Merah Putih” yang digarap pemerintah belakangan ini sempat jadi perbincangan hangat di kalangan netizen. Kebanyakan masih kebingungan soal spesifikasi, hingga tujuannya untuk apa.

Sejak awal, memang tak sedikit yang ‘salah kaprah’ mengenai proyek Laptop Merah Putih dengan laptop pelajar yang akan diberikan ke sekolah-sekolah di penjuru Indonesia oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Yang jelas, kedua proyek ini sifatnya berbeda. Meski begitu, ada beberapa fakta menarik dari proyek Laptop Merah Putih itu sendiri. Simak beberapa di antaranya di bawah ini supaya anti bingung!

1. Gandeng 3 kampus
Seperti yang sebelumnya sudah diwartakan, Kemendikbudristek merangkul tiga kampus ternama, yaitu ITB, UGM, dan ITS. Ketiga kampus ini membentuk konsorsium dalam proyek ini untuk terlibat langsung dalam pengembangan desain dan software perangkat lokal ini.

Bahkan, detailnya, mereka juga akan mengembangkan software unik untuk mahasiswa tunanetra.

2. Lanjutan tablet Dikti Edu
Dari penuturan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbudristek, Paristiyanti Nurwardani, Laptop Merah Putih ini adalah kelanjutan dari kesuksesan tablet merk Dikti Edu yang sebelumnya sudah digarap bersama ITB.

Mengutip Kompas.com, tablet tersebut berisi 300 e-modul untuk 5 program studi (prodi) bagi mahasiswa yang berada di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) yang tidak terjangkau internet.

Kala itu, tablet Dikti Edu diklaim telah digunakan di Maluku Utara, NTT, dan Papua.

Secara terpisah, Kepala Biro Perencanaan Kemendikbudristek, M. Samsuri kepada Detik.com mengatakan bahwa meski namanya laptop, produk final dari Laptop Merah Putih ini akan berupa tablet.

3. Untuk mahasiswa, bukan pelajar
Satu hal yang menjadi pembeda antara laptop pelajar sekolah dan Laptop Merah Putih terletak di target penggunanya. Laptop Merah Putih menargetkan para mahasiswa sebagai penggunanya.

4. Harga mulai Rp5 jutaan
Dari apa yang dikatakan Paristiyanti, banderol Laptop Merah Putih akan beragam tentunya, tergantung dari tipe atau varian spesifikasinya.

Ia menyebut rentang harganya paling tidak berkisar Rp5 juta sampai Rp7 juta. Di tahun 2021 ini, pemerintah mengaku memproduksi 10 ribu unit dengan banderol Rp5 juta.

5. Dipasarkan mulai 2022
Pemerintah mengatakan Laptop Merah Putih akan mulai dipasarkan tahun 2022. Selain merangkul tiga kampus, pemerintah juga mengajak pelajar SMK dan mahasiswa perguruan tinggi vokasi juga dilibatkan untuk proses perakitan sampai purnajual.

Selain itu, pemerintah juga telah berkolaborasi dengan enam vendor untuk memasok Laptop Merah Putih. Mereka adalah PT Tera Data Indonusa, PT Supertone, PT Zyrexindo Mandiri Buana, PT Evercoss Technology Indonesia, PT Acer Manufacturing Indonesia, dan PT Bangga Teknologi Indonesia.

Menurut Mitra Neturmeric, akankah laptop merah putih laris di pasaran Indonesia?

Artikel lain yang sebaiknya Anda baca:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *